Tampilkan postingan dengan label Teknik Pengolahan Limbah. Tampilkan semua postingan
28 Jul 2014
Pengolahan limbah bertujuan
mempercepat proses alami pada suatu unit pengolah limbah sehingga
kondisi dapat terkontrol. Proses ini brfungsi untuk mengurangi atau
menghilangkan bahan-bahan polutan dalam limbah. Sesuai dengan
karakteristiknya, pengolahan limbah dapat diklasifikasikan sebagai
pengolahan secara fisik, kimia dan biologi, sedangkan unit pengolahannya
juga dikelompokan sebagai unit pengolahan fisika, kimia dan biologi.
Pada umumnya limbah mempunyai karakteristik yang merupakan gabungan
antara ketiga karakteristik tersebut, sehingga pengolahannya juga
melibatkan gabungan antara cara-cara pengolahan fisika, kimia dan
biologi.
Ditinjau dari tingkatannya,
pengolahan limbah dapat dikelompokan menjadi primer, sekunder dan
tersier. Pengolahan primer (Primary Treatment) ditujukan untuk
menghilangkan bahan – bahan yang tampak, yang umumnya termasuk
karakteristik fisika. Tahap ini juga diperlukan sebagai tahap
persiapan untuk menuju pada pengolahan tahap berikutnya. Unit pengolah
limbah secara fisika, misalnya screaning, grift, removal, sedimentasi,
pemisah minyak/lemak.
Pengolahan sekunder (Secondary
treatment) pada umumnya ditujukan untuk menghilangkan bahan – bahan
organik terlarut. Unit pengolah limbah yang dipakai pada tahap ini
adalah yang berdasarkan proses biologi, misalnya kolam lumpur aktif
(Activated sludge), trickling filter, kolam oksidasi (Oxidation pond).
Pengolahan tersier (Tertiary /
Advanced Treatment) ditujukan untuk menghilangkan bahan yang sifatnya
spesifik untuk limbah tertentu. Unit pengolah yang dipakai pada tahap
ini bekerja secara fisika, kimia, dan biologi, misalnya ion exchange,
desinfeksi (klorinasi) reverse osmosis, dan nitrifikasi.
Pada kenyataannya pengolahan
limbah tidak selalu melibatkan ketiga tahapan proses tersebut, keadaan
mana akan tergantung pada beberapa hal seperti karakteristik limbah,
sifat akhir kualitas effluent (sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan),
sistem pembuangan akhir (tanah, sungai dan lain – lain), pemanfaatan
kembali.
Beberapa unit fisika dan fungsinya dalam pengolahan limbah yang biasa dipergunakan, dapat dilihat sebagai berikut :
| 1 | Screening | Memisahkan kotoran / padatan dengan ukuran besar |
| 2 | Communication | Pemecahan padatan berukuran besar untuk mendapatkan ukuran yang uniform. |
| 3 | Ekualisasi | Ekualisasi aliran dan beban BOD |
| 4 | Pencampuran | Pencampuran bahan – bahan kimia dan gas – gas dengan limbah, mempertahankan padatan selalu dalam bentuk suspensi. |
| 5 | Flokulasi | Pembentukan gumpalan padatan (dengan menambahkan bahan kimia ) sehingga padatan mudah dipisahkan |
| 6 | Sedimentasi | Pemisahan padatan yang dapat terendapkan dan memperketat sludge |
| 7 | Flotasi | Pemisahan padatan yang berukuran sangat kecil dan memperketat biological sludge |
| 8 | Filtrasi | Pemisahan padatan yang berukuran kecil setelah proses biologi atau kimia |
| 9 | Microscreening | Sama seperti filtrasi, untuk bahan yang ukurannya lebih kecil. |
(Sumber : Syamsiah.S, 1995)
Kegiatan di atas dalam prakteknya
tidak semua dipergunakan karena disesuaikan dengan kebutuhannya. Secara
garis besar, kerja alat dapat dijelaskan sebagai berikut.
- Screening – Dapat berupa paraller bars, wire mesh atau perforated plates. Lubang dapat berbentuk bundar atau persegi dengan ukuran yang bervariasi. Screening dapat dioperasikan secara manual maupun mekanis.
- Ekualisasi.-Digunakan untuk menghindari terjadinya masalah – masalah operasi pada downstream karena adanya variasi / fluktuasi aliran. Hal ini pada umumnya dilakukan dengan menampung limbah dalam suatu bak ekualisasi sebelum dimasukan ke unit pengolah limbah selanjutnya.
- Sedimentasi – Adalah pemisahan partikel-partikel yang lebih berat dari air, dengan prinsip gravitasi. Sedimentasi merupakan satu unit yang banyak dipakai pada pengolahan limbah cair. Tujuan utama dari penggunaan unit ini adalah untuk menghasilkan cairan clarified dan juga mendapatkan konsentrasi padatan yang mudah dikelola.
- Flotasi – Digunakan untuk memisahkan partikel padatan /cairan dari fase cairan. Pemisahan dilakukan dengan cara mengalirkan gas (udara) ke dalam cairan. Gelembung – gelembung gas akan berikatan dengan partikel yang ingin dipisahkan sehingga naik ke permukaan cairan. Partikel yang terkumpul dalam dipermukaan kemudian dapat dengan mudah dipisahkan. Prinsip ini dapat dipakai untuk partikel yang mempunyai densitas lebih tinggi maupun lebih rendah dari pada densitas air.
- Bak Septik – Pada dasarnya kerja bak septik sama dengan prinsip kerja sedimentasi. Perbedaannya adalah bahwa pada bak septik, selain proses fisika terjadi juga proses biologi secara an-aerob.
Sumber : http://chemeng2301.blogspot.com
17 Nov 2013
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Di Indonesia sekarang ini, banyak sekali terdapat restoran makanan yang
menyajikan berbagai macam makanan. Akan tetapi, semakin banyaknya restoran yang
ada di Indonesia. Semakin besar pula limbah yang dihasilkan. Hal ini
dikarenakan, restoran yang ada di Indonesia menghasilkan limbah yang cukup
banyak.
Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah yang memusingkan. Sampah
yang umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari sayuran yang tidak
termasak, minyak bekas menggoreng, atau sisa-sisa makanan yang tidak habis
disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap pencemaran
lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan sisa atau buangan
yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga maupun
industri dimana kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki nilai
ekonomis. Apabila limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan dampak
negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu.
Limbah restoran ini hanya dibiarkan atau dibuang saja di penampungan
limbah dan tidak diolah kembali, yang kemudian menyebabkan membusuk dan
mencemari lingkungan. Tentu saja hal ini dapat merugikan warga atau masyarakat
di sekitarnya.
Sebaiknya, limbah restoran ini harus ditangani dengan baik. Karena dapat
menyebabkan lingkungan kita tercemar.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan limbah rumah makan ?
2.
Sebutkan
macam-macam limbah rumah makan ?
3.
Jelaskan
cara penanganan limbah rumah makan ?
1.3 Tujuan
1.
Dapat
mengetahui pengertian limbah rumah makan
2.
Dapat
mengetahui macam-macam limbah rumah makan
3.
Dapat
mengetahui cara penanganan limbah rumah makan
BAB II
2.1 Pengertian
Limbah Rumah Makan
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari
suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Dimana
masyarakat bermukim, disanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada
sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan
dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water). Sedangkan
pengertian dari limbah Restoran adalah buangan atau sisa-sisa yang dihasilkan
oleh restoran yang dapat berupa sisa-sisa makanan ataupun minuman.
Limbah selalu jadi masalah yang serius. Jika
tidak ditangani dengan tepat, lingkungan yang dapat tercemar.
Bagi restoran, sisa makanan merupakan limbah
yang memusingkan. Sampah yang umumnya berasal dari dapur, seperti bagian dari
sayuran yang tidak termasak, minyak bekas menggoreng, atau sisa-sisa makanan
yang tidak habis disantap tamu, merupakan bagian yang terkontribusi terhadap
pencemaran lingkungan. Secara umum, yang disebut limbah adalah bahan sisa atau
buangan yang dihasilkan oleh suatu proses produksi, baik skala rumah tangga
maupun industri dimana kehadirannya tidak dikehendaki karena tidak memiliki
nilai ekonomis. Apabila limbah ini dibuang ke lingkungan, dapat menimbulkan
dampak negatif di saat mencapai jumlah atau konsentrasi tertentu.



